Gigi Patah atau Terbentur: Langkah Pertama Sebelum ke Dokter Gigi
Ditulis 19 September 2026 · Diperiksa tim klinik · One Dental Clinic, Serang
Terbentur saat olahraga, terjatuh dari motor, atau tersandung saat bermain bersama anak — kejadian seperti ini datang tanpa persiapan, dan yang menentukan biasanya bukan yang dikerjakan dokter di klinik, tetapi apa yang Anda lakukan sepuluh menit pertama setelahnya. Gigi yang terbentur bisa patah sebagian, tergeser dari posisinya, atau lepas utuh bersama akarnya; ketiganya memerlukan perlakuan awal yang berbeda. Berikut panduannya.
Kenali dulu keadaannya
Sebelum bertindak, tentukan dulu mana yang terjadi:
- Patah sebagian — ada bagian gigi yang terlepas, sisa giginya masih di tempatnya, kadang terasa tajam.
- Tergeser atau masuk ke gusi — gigi masih ada tetapi posisinya miring, mundur, atau terlihat lebih pendek dari sebelumnya.
- Lepas utuh — seluruh gigi keluar bersama akarnya dan berdarah dari tempatnya.
- Masih di tempat tetapi goyang — biasanya disertai gusi yang berdarah dan terasa nyeri saat menggigit.
Kalau giginya lepas utuh, ini yang paling menentukan
- Cari giginya, dan pegang bagian mahkotanya — bagian yang terlihat di mulut. Jangan menyentuh atau menggosok bagian akarnya, karena jaringan halus yang menempel di situ ikut menentukan.
- Jangan disikat dan jangan dibersihkan dengan sabun atau alkohol. Bila kotor, bilas sebentar saja dengan air bersih yang mengalir.
- Simpan gigi dalam keadaan lembap: air susu, cairan salin, atau air liur sendiri. Untuk orang dewasa yang sadar dan tidak berisiko menelan, gigi boleh diselipkan di antara pipi dan gusi. Jangan dibungkus dengan tisu atau kain kering, dan jangan direndam lama-lama di air biasa.
- Segera ke dokter gigi. Waktu dihitung dalam menit, bukan jam dan tentu bukan esok hari. Bila kejadiannya di luar jam buka klinik kami (11.00–20.00), cari klinik gigi yang sedang buka atau layanan gawat darurat rumah sakit terdekat — jangan menunggu sampai pagi.
Kalau giginya patah sebagian
- Simpan pecahan giginya dalam wadah bersih berisi air atau air susu, lalu bawa saat datang. Kadang potongan itu masih bisa dipakai untuk menutup kembali bagian yang hilang.
- Hindari mengunyah dengan sisi itu, dan hindari makanan serta minuman yang terlalu panas atau dingin selama bagian dalam giginya masih terbuka.
- Bila bagian yang patah terasa tajam dan melukai lidah atau bibir, tutup sementara dengan lilin ortodontik atau kasa steril. Jangan dikikir sendiri.
- Bagian gigi yang patah sampai berdarah atau terasa nyeri hebat bisa berarti bagian dalam gigi sudah terbuka. Keadaan itu perlu diperiksa pada hari yang sama, bukan menunggu beberapa minggu.
Kalau giginya tergeser atau hanya goyang
- Jangan mencoba mendorong gigi kembali ke posisinya sendiri. Posisi yang dipaksakan tanpa pemeriksaan bisa mempersulit penanganan dan memperbesar risiko kerusakan pada akarnya.
- Bila gusi berdarah, gigit kasa bersih di tempat itu sekitar 15–20 menit sambil duduk tenang.
- Kompres dingin dari luar pada pipi, sekitar 15 menit, untuk menekan bengkak. Jangan kompres panas.
- Makanan lunak dan tidak panas untuk beberapa hari, dan jangan mengunyah dengan sisi tersebut.
- Datanglah untuk diperiksa meski giginya hanya terasa goyang: kedalaman kerusakan akar hanya bisa dilihat dari pemeriksaan dan rontgen.
Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Menempelkan obat, tablet yang ditumbuk, atau serbuk apa pun pada gusi yang luka atau bengkak.
- Menekan-nekan gigi yang goyang berulang kali untuk "menguji" apakah masih kuat.
- Menarik sendiri gigi susu anak yang goyang setelah terbentur.
- Memberi anak makan dan minum langsung setelah benturan sebelum perdarahannya berhenti.
- Menunda pemeriksaan karena nyerinya hanya ringan. Kerusakan pada akar sering baru terasa beberapa hari kemudian, dan pada anak bisa memengaruhi gigi permanen yang belum tumbuh.
Kapan harus ke ruang gawat darurat
Segerakan ke rumah sakit, jangan menunggu jam buka klinik, bila terjadi:
- Perdarahan yang tidak berhenti dengan penekanan kasa
- Rahang terasa bergeser, tidak bisa menutup mulut dengan wajar, atau wajah tampak tidak simetris
- Sulit membuka mulut, sulit menelan, atau sulit bernapas
- Bengkak yang menjalar cepat ke bagian bawah rahang dan leher, atau disertai demam
- Muntah berulang, mengantuk berat, atau nyeri kepala hebat setelah benturan
Bila ragu, hubungi kami di 0896-1816-9191 — kalau keadaannya tidak bisa menunggu jam buka, kami akan mengarahkan Anda ke layanan gawat darurat.
Kalau yang terbentur anak
Gigi susu yang terbentur tetap perlu diperiksa meski tidak terlihat patah, karena posisi gigi susu berpengaruh pada gigi permanen yang tumbuh di bawahnya. Sampaikan kapan kejadiannya dan bagaimana mekanismenya saat datang. Untuk anak, jangan sekali-kali menarik sendiri gigi susu yang goyang — tarikan yang salah bisa melukai gusi dan jaringan gigi permanen di bawahnya.
Apa yang dilakukan dokter
Pemeriksaan dimulai dari melihat keadaan gigi, gusi, dan jaringan di sekitarnya, lalu biasanya ditambah rontgen gigi untuk melihat akar dan tulang di sekitar area yang terbentur — bagian inilah yang menentukan jenis penanganan berikutnya. Yang mungkin dilakukan:
- Menambal atau membentuk kembali bagian gigi yang patah, bila kerusakannya terbatas pada lapisan luar. Penjelasannya ada di tambal gigi di Serang.
- Memasang penahan (splinting) bila gigi yang goyang masih bisa dipertahankan, supaya posisinya terjaga selama penyembuhan.
- Perawatan saluran akar, bila bagian dalam gigi terbuka atau infeksinya sudah mencapai saraf.
- Pencabutan hanya bila akarnya sudah tidak bisa dipertahankan lagi — ini keputusan terakhir, dan pilihan lain akan dijelaskan lebih dulu. Uraiannya ada di cabut gigi & bedah mulut di Serang.
Setiap pilihan dijelaskan beserta perkiraan biayanya sebelum tindakan dimulai, jadi Anda tahu apa yang akan dikerjakan. Biaya awal yang sudah kami publikasikan ada di halaman biaya perawatan.
Pertanyaan yang sering muncul
- Gigi yang lepas utuh masih bisa dipertahankan? Peluangnya paling besar bila giginya disimpan dalam keadaan lembap dan diperiksa dalam hitungan menit, bukan jam. Yang menentukan adalah keadaan akar dan jaringan di sekitarnya, dan itu hanya bisa dinilai lewat pemeriksaan serta rontgen — jadi tetap bawa giginya meski keadaannya terlihat buruk.
- Berapa lama batas waktu sebelum gigi yang lepas tidak bisa dipasang kembali? Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua kasus. Yang bisa dipegang: waktunya dihitung dalam menit, bukan jam dan bukan esok hari. Makin cepat diperiksa, makin banyak pilihan yang masih terbuka.
- Apakah gigi susu anak yang terbentur perlu diperiksa walau tidak patah? Perlu. Posisi gigi susu berpengaruh pada gigi permanen yang tumbuh di bawahnya, dan kerusakan pada akarnya sering baru terasa beberapa hari kemudian. Jangan menarik sendiri gigi susu yang goyang setelah terbentur.
Yang paling menentukan hasil penanganannya adalah waktu: makin cepat diperiksa, makin banyak pilihan yang masih terbuka. Sebagian kerusakan pada akar baru terasa setelah beberapa hari, saat penanganannya sudah lebih rumit.
Kalau Anda baru saja mengalami benturan pada gigi, berkonsultasilah di One Dental Clinic, Jl. Mayor Safei No. 36, Magersari, Kotabaru, Serang, Banten 42112 — tepat di seberang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Serang. Kami buka Senin sampai Minggu pukul 11.00–20.00. Kirim WhatsApp atau telepon ke 0896-1816-9191, dan ikuti Instagram @onedentalclinic.serang.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan pengganti pemeriksaan dokter gigi. Yang perlu dikerjakan pada gigi yang terbentur hanya bisa dipastikan setelah giginya dan akarnya diperiksa langsung.
Layanan yang berkaitan
Ada yang ingin ditanyakan?
Kirim pesan WhatsApp dengan keluhan atau pertanyaan Anda. Petugas memeriksa jadwal dokter yang bertugas lalu membalas jam yang tersedia.
- Alamat: Jl. Mayor Safei No. 36, Magersari, Kotabaru, Serang, Banten 42112 (patokan: seberang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Serang).
- Jam buka: Senin–Minggu 11.00–20.00 — tutup pada hari besar/libur nasional.
- Telepon / WhatsApp: 0896-1816-9191 (https://wa.me/6289618169191).
- Area layanan: Kota Serang dan Kabupaten Serang, antara lain Cipocok Jaya, Taktakan, Kramatwatu, Kasemen, Ciruas, Walantaka, dan Cikande.